Makna dan latar belakang tari cindai melayu

Tari kreasi cindai

Tari kreasi cindai

Sejarah tari cindai – Tari cindai merupakan salah satu tari melayu moderen . tari ini diiringi dengan lagu cindai yang populerkan oleh SITI Nurhaliza. Tari cindai yang kami bawakan bertemakan kehidupan, dipadukan dengan lagu Cindai asal Melayu yang membuat tari kreasi nantinya akan lebih terlihat serasi dengan perpaduan musiknya.

Etnik Melayu menyimpan banyak kekayaan tradisi lisan. Salah satunya adalah Tari cindai. Tari cindai menggambarkan seorang wanita bersolek dan berputus asa mengenang masa lalunya. Tarian ini dikenal dengan Tarian melayu, kata “cindai” bermakna kain kafan. Tarian ini sebenarnya suatu bentuk sastra lisan yang disampaikan secara berkelompok sambil menari dan mengiri alunan lagu cindai. Selain itu, sekarang ini Tari cindai juga merupakan tari muda mudi dengan gerakan yang kompak, dinamis, di mana mereka dituntun untuk selalu bekerja sama satu dengan yang lainnya.

Tari cindai ini banyak diminati oleh siswa sekolah terutama SMA. Kesenian ini tadinya bertujuan untuk mengisi acara ataupun seminar pentas sekolah. Pentas Tari cinda biasa diramaikan oleh empat orang penari. Pegerakan tari cindai juga dilakukan dengan pegerakan sendiri atau inisiatif penari yang telah dipelajari dalam beberapa minggu, karena tari cindai bukan salah satu dari tari tradisional adat mana pun karena tari cindai bisa dimiliki dengan gerakan masing-masing yang kita inginkan dan bukan pergerakan yang harus ditentukan seperti tari tradisional lainnya.

Lirik lagu cindai

Cindailah mana tidak berkias
Jalinnya lalu rentah beribu
Bagailah mana hendak berhias
Cerminku retak seribu

Mendendam unggas liar di hutan
Jalan yang tinggal jangan berliku
Tilamku emas cadarnya intan
Berbantal lengan tidurku

Hias cempaka kenanga tepian
Mekarnya kuntum nak idam kumbang
Puas ku jaga si bunga impian
Gugurnya sebelum berkembang

Hendaklah hendak hendak ku rasa
Puncaknya gunung hendak ditawan
Tidaklah tidak tidak ku daya
Tingginya tidak terlawan

Janganlah jangan jangan ku hiba
Derita hati jangan dikenang
Bukanlah bukan bukan ku pinta
Merajuk bukan berpanjangan

Akar beringin tidak berbatas
Cuma bersilang paut di tepi
Bidukku lilin layarnya kertas
Seberang laut berapi

Gurindam lagu bergema takbir
Tiung bernyanyi pohonan jati
Bertanam tebu di pinggir bibir
Rebung berduri di hati

Laman memutih pawana menerpa
Langit membiru awan bertali
Bukan dirintih pada siapa
Menunggu sinarkan kembali

Makna dan latar belakang tari cindai melayu | sejarah | 4.5