Asal usul dan fungsi alat musik tradisional kolintang

Foto kolintang

Foto kolintang

Perkembangan alat musik kolintang – Kolintang merupakan alat musik tradisionalyang terbuat perunggu abad 17 di Sulawesi Utara, Sumatra dan Filipina Selatan yang tersebar melalui perdagangan antar pulau melalui jalur perdagangan sutra. Pusat perdagangan Internasional adalah Ternate dan Tidore sebagai penghasil rempah-rempah pala dan cengkih. Jalur perdagangan selatan dari pantai Timur India pelabuhan Cambaya, Sumatra Utara, Malaka, pantai Utara pulau Jawa lalu ke Ternate Tidore. Jalur perdagangan Utara dari India ke Malaka, Brunei, Filipina selatan, Sulawesi Utara, lalu ke Ternate dan Tidore.

Nada-nada tinggi dan rendah yang dikeluarkan dari alat musik yang memiliki susunan rapih ini berasal dari jenis kayu yang agak ringan tapi cukup padat seperti kayu telur, bandaran, wenang, dan kakinik. Serat kayu pada kolintang tersusun sedemikian rupa membentuk garis-garis sejajar.

Dahulu, alat musik ini hanya terdiri dari beberapa potong kayu. Potongan kayu ini diletakkan berjejer diatas kedua kaki pemainnya dengan posisi duduk di tanah, dengan kedua kaki terbujur lurus kedepan. Pemakaian kolintang sendiri sangat erat kaitannya dengan kepercayaan tradisional rakyat Minahasa seperti pada upacara-upacara pemujaan arwah leluhur.

Nama kolintang sendiri berasal dari sumber bunyi yang dikeluarkan alat musik ini seperti, tong yang bernada rendah, ting yang bernada tinggi dan terakhir tang bernada tengah. Dahulu, dalam bahasa Minahasa untuk mengajak orang bermain kolintang digunakan istilah ber tong ting tang sambil mengungkapkan kalimat “Maimo Kumolintang”. Pada akhirnya, dari ungkapan-ungkapan yang dibiasakan ini lahirlah nama kolintang dan digunakan menjadi nama alat musik khas Sulawesi Utara sampai saat ini.

Kegunaaan alat musik kolintang

Dahulu kolintang dipakai dalam upacara-upacara ritual yang berhubungan dengan pemujaan arwah para leluhur. Namun masuknya agama kristen di Minahasa membuat alat musik ini tidak lagi digunakan dalam ritual adat tersebut.

Peralatan alat musik kolintang

Peralatan lengkap alat alat kolintang berjumlah 9 buah. Tetapi bagi kalangan professional, cukup dengan memainkan 6 buah alat sudah dapat memainkan secara lengkap. Kelengkapan alat musik kolintang sebagai berikut:

  • B => Bas = Loway
  • C => Cello = Cella
  • T => Tenor 1 = Karua, Tenor 2 = Karua rua
  • A=> Alto 1 = Uner, Alto 2 = Uner rua
  • U => Ukulele/Alto 3 = Katelu
  • M => Melody 1 = Ina esa, Melody 2 = Ina rua, Melody 3 = Ina taweng

SUSUNAN ALAT

Lengkap (9 pemain) :

  • Melody – Depan tengah
  • Bass – Belakang kiri
  • Cello – Belakang kanan

Alat yang lain tergantung lebar panggung (2 atau 3 baris) dengan memperhatikan fungsi alat (Tenor & Alto).

NADA NADA DASAR

Nada nada dalam alat kolintang sebagai berikut:

  • C = 1 3 5 Cm = 1 2 5
  • D = 2 4 6 Dm = 2 4 6
  • E = 3 5 7 Em = 3 5 7
  • F = 4 6 1 Fm = 4 5 1
  • G = 5 7 2 Gm = 5 6 2
  • A = 6 1 3 Am = 6 1 3
  • B = 7 2 4 Bm = 7 2 4

Cara memainkan alat musik kolintang

Stick kolintang memiliki nomor nomor tersendiri dan umumnya memegang stick kolintang dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  • Stick no. 1 Selalu di tangan kiri
  • Stick no. 2 Di tangan kanan (antara ibu jari dengan telunjuk)
  • Stick no. 3 Di tangan kanan (antara jari tengah dengan jari manis) – agar pemukul no.2 dapat digerakkan dengan bebas mendekat dan menjauh dari no.3, sesuai dengan accord yang diinginkan. Dan cara memukul disesuaikan dengan ketukan dan irama yang diinginkan, dan setiap alat memiliki, ciri tertentu sesuai fungsi didalam mengiringi suatu lagu. Pada alat Bass dan alat Melody umumnya hanya menggunakan 2 stick, sehingga lebih mudah dan nyaman pada tangan.
Asal usul dan fungsi alat musik tradisional kolintang | sejarah | 4.5